Isis
Hazrat Isa berkata, “Setelah Tuhan, wanitalah yang patut kau hargai dan muliakan. Diri wanita bagikan kuil, dimana dengan mudah kau dapat memperoleh kebahagiaan yang sampurna.”
“Barang siapa yang memuliakan perempuan, maka dia itu mulia, dan barang siapa yang menghina perempuan maka dia adalah hina,”Demikian menurut Baginda Nabi Muhammad.
Dalam setiap kebudayaan, maka bangsa-bangsa yang beradab senantiasa menjunjung tinggi nilai seorang wanita, sebagai yang harus dihormati, dihargai, dilindungi. Para suci mengatakan bahwa di dalam diri wanita terdapat rahasia penciptaan, sehingga Tuhan bagi mereka merupakan Ibu Alam Semesta, atau Ibu Pertiwi.
Ada Ratu Shima di Kalingga, ada Ratu Tribuana Tungga Dewi dan sebagainya merupakan puteri-puteri terbaik bangsa Nusantara yang pernah menjadi pemimpin di masa silam. Hikmah yang bisa kita petik adalah betapa bangsa kita tidak menomorduakan wanita. Mereka pun punya hak yang sama dengan pria untuk menjadi pemimpin. Agama bagi mereka adalah laku bukan sekedar pengetahuan. Penerimaan,penghormatan, penghargaan bangsa kita terhadap wanita sebagai pemimpin tidaklah menyalahi tuntunan agama yang lahir belakangan. Mereka telah menyentuh esensi dari agama. Tiada membedakan pria dan wanita untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial, berbangsa dan bernegara. Ini terbukti bahwa di dalam Al-Qur’an sendiri misalnya difirmankan “wa al-mu’minûn wal mu’minât ba’dluhum auliyâ’u ba’dlin” (orang laki-laki dan perempuan yang beriman itu, saling menjadi pemimpin atas lainnya).
Pesan para suci telah banyak dilupakan orang, termasuk mereka yang kini tinggal di wilayah yang dahulu telah melahirkan para Nabi yang sangat memuliakan wanita itu. Ketika bangsa kita sudah memiliki para wanita yang menjadi pemimpin, maka mereka masih menomorduakan wanita. Kendati pada saat ini kita amati banyak perubahan di beberapa negara di Timur Tengah, dimana orang sudah mulai belajar untuk memenuhi hak-hak perempuan meski masih sangat terbatas Tapi itu suatu kemajuan. Butuh waktu puluhan tahun lagi dimana manusia Timur Tengah menjadi lembut. Namun apalah artinya waktu puluhan tahun, bila dibandingan umur bumi yang renta ini? Ego manusia memang tidak pernah menang melawan alam yang terus-menerus berevolusi. Segala yang berlawanan dengan keinginan alam secara alamiah akan terbenam ke dasar bumi.
“Barang siapa yang memuliakan perempuan, maka dia itu mulia, dan barang siapa yang menghina perempuan maka dia adalah hina,”Demikian menurut Baginda Nabi Muhammad.
Dalam setiap kebudayaan, maka bangsa-bangsa yang beradab senantiasa menjunjung tinggi nilai seorang wanita, sebagai yang harus dihormati, dihargai, dilindungi. Para suci mengatakan bahwa di dalam diri wanita terdapat rahasia penciptaan, sehingga Tuhan bagi mereka merupakan Ibu Alam Semesta, atau Ibu Pertiwi.
Ada Ratu Shima di Kalingga, ada Ratu Tribuana Tungga Dewi dan sebagainya merupakan puteri-puteri terbaik bangsa Nusantara yang pernah menjadi pemimpin di masa silam. Hikmah yang bisa kita petik adalah betapa bangsa kita tidak menomorduakan wanita. Mereka pun punya hak yang sama dengan pria untuk menjadi pemimpin. Agama bagi mereka adalah laku bukan sekedar pengetahuan. Penerimaan,penghormatan, penghargaan bangsa kita terhadap wanita sebagai pemimpin tidaklah menyalahi tuntunan agama yang lahir belakangan. Mereka telah menyentuh esensi dari agama. Tiada membedakan pria dan wanita untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial, berbangsa dan bernegara. Ini terbukti bahwa di dalam Al-Qur’an sendiri misalnya difirmankan “wa al-mu’minûn wal mu’minât ba’dluhum auliyâ’u ba’dlin” (orang laki-laki dan perempuan yang beriman itu, saling menjadi pemimpin atas lainnya).
Pesan para suci telah banyak dilupakan orang, termasuk mereka yang kini tinggal di wilayah yang dahulu telah melahirkan para Nabi yang sangat memuliakan wanita itu. Ketika bangsa kita sudah memiliki para wanita yang menjadi pemimpin, maka mereka masih menomorduakan wanita. Kendati pada saat ini kita amati banyak perubahan di beberapa negara di Timur Tengah, dimana orang sudah mulai belajar untuk memenuhi hak-hak perempuan meski masih sangat terbatas Tapi itu suatu kemajuan. Butuh waktu puluhan tahun lagi dimana manusia Timur Tengah menjadi lembut. Namun apalah artinya waktu puluhan tahun, bila dibandingan umur bumi yang renta ini? Ego manusia memang tidak pernah menang melawan alam yang terus-menerus berevolusi. Segala yang berlawanan dengan keinginan alam secara alamiah akan terbenam ke dasar bumi.

Isis dan Horus, Mariam dan Yesus.
Isis dan Mariam adalah sosok seorang ibu yang telah melahirkan, mendidik & melindungi anak-anaknya.Itulah keibuan yang ada dalam diri wanita, itulah sifat-sifat Ketuhanan.Isis, Mariam, Wanita adalah perwujudan Ibu Alam Semesta Yang Nyata di muka bumi...
Selamat Hari Ibu!




