Facebook Twitter Friendfeed
Gratis berlangganan artikel via RSS, join sekarang!

Dimanakah Adam Pertama Kali Diturunkan ?

Dimanakah Adam pertama kali diturunkan??? Ikhwan al-Safa menjawab.

Di tengah perbincangan orang-orang modern saat ini tentang Atlantis di Nusantara dan bagaimana peradaban berawal dan dimana???, saya mendapatkan informasi unik seperti ini yang ditulis pada abad 10 Masehi lampau (abad 4 hijriah) oleh sekelompok ilmuwan-filosof dari Basrah (Irak saat ini). Kelompok ini bernama Ikhwan al-Safa (Persaudaraan Suci). Tidak diketahui secara pasti siapa-siapa saja yang teribat dalam kelompok para filsuf dan ilmuwan ini. Namun yang pasti adalah bahwa salah satu karya mereka yang sangat monumental telah diakui sejak berabad-abad yang lalu di kalangan dunia Islam, yakni Rasail Ikhwan al-Safa (Risalah-risalah Ikhwan al-Safa) yang berisi 52 risalah..

Dalam salah satu risalahnya, yakni risalah ke-22 yang berjudul Fi Kayfiyyati Takwin al-Hayawanat wa Asnafiha (Tentang Cara Terciptanya/Terbentuknya Hewan-hewan dan jenis-jenisnya), pada Sub-bab ke-5, dinyatakan demikian:

فصل: واعلم يا أخي بأن الحيوانات التامة الخلقة كلها كان بدء كونها من الطين أولاً من ذكر وُأنثى توالدت وتناسلت وانتشرت في الأرض سهلاً وجبلاً، وبراً وبحراً، من تحت خط الاستواء حيث يكون الليل والنهار نتساويين، والزمان أبداً معتدلاً هناك بين الحر والبرد، والمواد المتهيئة لقبول الصورة موجودة دائماً. وهناك أيضاً تكون أبونا آدم أبوالبشر وزوجته، ثم توالدا، وتناسلت أولادهما، وامتلأت الأرض منهم سهلاً وجبلاً، وبراً أوبحراً إلى يومنا هذا.

Kurang lebih terjemahannya seperti ini:
“Sub-Bab: Dan ketahuilah wahai saudaraku, bahwa seluruh hewan-hewan yang telah utuh penciptaannya, semua berasal dari tanah, baik itu jantan (laki-laki) maupun betina (perempuan), lalu hewan-hewan tersebut berkembangbiak, beranak, berketurunan, dan menyebar di bumi, baik itu di tanah datar maupun pegunungan, di daratan maupun lautan, di bawah garis khatulistiwa, dimana antara siang dan malam bergantian secara seimbang (sama), dan musim panas dan musim dingin berjalan secara seimbang selamanya, dan bahan-bahan material untuk dibentuk (dan dijadikan bahan2 kehidupan, atau dijadikan berbagai barang) selalu tersedia selamanya… Dan di sana pula lah, nenek moyang kita Adam sebagai bapak para manusia dan pasangannya (istrinya) berada. Lalu keduanya beranak pinak, berketurunan, dan mengisi bumi ini, baik di dataran rendah maupun di pegunungan, di darat maupun di lautan hingga saat ini.” (Ikhwan al-Safa, Rasail Ikhwan al-Safa, Beirut: Dar Sadir, 1957, Jilid II, hal. 180)

Entah di negeri mana yang sebenarnya dimaksudkan oleh Ikhwan al-Safa ini terkait awal mula keberadaan Adam… namun yang jelas mereka memberikan keterangan seperti itu.

Selamat berdiskusi,

salam

*Oleh Muhammad Abdullah Darraz


Ulasan dari Lucky Hendrawan:
sampurasun
keterangan yg sangat logis & rasional... dimanapun tempat itu yg pasti harus sebuah wilayah yg penuh dgn 'kemudahan' terutama :

- alam yg menyediakan bahan makanan berlimpah
- cuaca / iklim / udara yg ramah 
- sinar matahari yg mencukupi (*tidak ekstrim).

ketiganya itu merupakan syarat kehidupan awal-mula manusia yg memungkinkan untuk berkembang-biak (bergenerasi)... hingga kelak mencapai peradaban tinggi... lalu... mendunia... :)
Keterangan di atas, begitu jelas menunjukan status sebuah negeri yg bersifat ; MARITIM & AGRARIS... dan sifat keduanya itu sejak jaman dahulu merupakan sebutan yg akrab bagi negeri kita, Nusantara... :)
gravatar

kalau menurut ilmu keperbukalaan sih, jika tak salah manusia homo sapiens berasal dari semenanjung afrika, kemudian menyebrang ke yaman dan berpencar ke seluruh dunia.


salam cinta Indonesia.

Topik langka paling dicari

Rekomendasi Buku

Pengunjung Online